Koran Sukabumi – Gempa Susulan Masih Guncang Sukabumi, 60 Kali Sejak Pekan Lalu Aktivitas seismik di Kabupaten Sukabumi masih berlangsung intens. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 60 kali gempa susulan sejak guncangan utama yang melanda wilayah ini pada . Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran warga, meski sebagian besar gempa susulan tercatat dengan magnitudo kecil.

baca juga:Parenting PAUD Tekankan Peran Bunda PAUD dalam Mempersiapkan Generasi Emas
Gempa Susulan Masih Catatan BMKG
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, menjelaskan bahwa gempa susulan bervariasi dalam kekuatan, mulai dari magnitudo 2,5 hingga 4,1.
“Meski jumlahnya banyak, sebagian besar gempa susulan ini tidak dirasakan masyarakat. Namun, beberapa gempa dengan magnitudo di atas 3,5 memang terasa di permukiman,” ujarnya.
BMKG memastikan bahwa fenomena ini masih dalam tahap wajar sebagai rangkaian pascagempa utama. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gempa susulan yang lebih kuat.
Warga Masih Trauma
Di sejumlah titik, warga memilih tetap berada di luar rumah pada malam hari. Mereka mendirikan tenda darurat karena khawatir rumahnya roboh bila gempa besar kembali terjadi.
“Sudah hampir seminggu kami tidak tidur nyenyak. Kalau ada getaran sedikit saja, langsung panik,” kata Siti Aminah (42), warga Kecamatan Cikidang.
Selain trauma, warga juga mengeluhkan keterbatasan air bersih dan logistik di beberapa lokasi terdampak.
Dampak Kerusakan
Data sementara dari BPBD Sukabumi menyebutkan ratusan rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah dan masjid, juga ikut terdampak. Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan darurat, termasuk tenda, makanan siap saji, serta pelayanan kesehatan.
“Kami fokus pada pemulihan kebutuhan dasar warga sambil menunggu evaluasi struktur bangunan yang rusak,” ujar Kepala BPBD Sukabumi, [nama pejabat].
Imbauan Mitigasi
BMKG dan BPBD mengimbau warga tetap tenang namun waspada. Jika terjadi dengan guncangan kuat, warga diminta segera keluar rumah dan mencari area terbuka yang aman.
Para ahli juga menekankan pentingnya mitigasi bencana di daerah rawan gempa, mulai dari memperkuat konstruksi rumah hingga meningkatkan edukasi kesiapsiagaan masyarakat.
Penutup
Rangkaian 60 dalam sepekan terakhir menjadi pengingat nyata bahwa Sukabumi merupakan wilayah rawan





