Sukabumi – Scouring Jembatan Lama Pamuruyan memicu perhatian serius setelah pelindung pilar utamanya di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, mengalami gerusan air sungai yang semakin kuat. Kondisi ini muncul ketika Jembatan Baru Pamuruyan belum berfungsi, sehingga jembatan lama tetap memikul seluruh beban kendaraan di jalur Sukabumi–Bogor. Situasi tersebut mendorong pemerintah melakukan penanganan cepat agar arus transportasi tetap aman.
Baca Juga: Truk Kontainer Terjun ke Sungai di Sukabumi, Sopir Selamat Meski Kabin Rusak Parah
Pengawas Lapangan PPK 2.1 Jawa Barat Kementerian PUPR, Agus Warso, menjelaskan bahwa tim teknis kini menjalankan pekerjaan preservasi untuk menjaga kekuatan struktur jembatan. Ia menegaskan bahwa arus sungai yang deras mengikis pelindung pilar hingga menimbulkan risiko kerusakan yang lebih besar. “Pelindung pilar tergerus arus yang mengelilingi struktur,” ujar Warso.
Untuk mengatasi kondisi itu, tim proyek Scouring Jembatan Lama Pamuruyan menyiapkan proteksi ulang menggunakan buis beton dan pengecoran. Langkah ini bertujuan memperkuat kembali bagian yang terkikis. Warso menyebut tim sudah mendeteksi kerusakan sejak dua bulan lalu dan langsung merencanakan tindakan antisipasi.
Baca Juga: Pemuda di Sukabumi Jambret HP Bocah 11 Tahun
Saat ini hanya satu pilar yang membutuhkan perbaikan. Tim melakukan pekerjaan di luar jalur kendaraan, sehingga arus lalu lintas tetap lancar. Alat berat hanya masuk ketika tim membutuhkan pengiriman material tambahan.
Proyek pemeliharaan ini mengalokasikan anggaran Rp2,1 miliar dari Kementerian PUPR. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum akhir Desember 2025. Selain memperbaiki pilar, tim juga menangani perkerasan jalan yang bergelombang di sekitar jembatan melalui pengupasan dan overlay ulang.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berupaya menjaga keamanan jembatan Pamuruyan dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan.





